BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Selasa, 06 Oktober 2009

Pemuja Rahasia

Setiap Pagi sambil berdiri ditepi jalan itu, selalu kumenungguinya melalui jalanan tersebut.......
Aku selalu berharap dapat melihatnya melintas memulai aktivitas keseharian......
Entah mengapa, kusendiri tak pernah mengerti dan menyadari, setiap melihat dirinya (hanya melihat) serasa ada api yang membara didalam tubuh. Sehingga tenaga,upaya,kehendak serasa menjadi berlipat.
Tidak cantik tidak pula menarik, bahkan tiada satupun hal yang bisa dikatakan terasa enak tuk dipandang padanya, Tapi entah mengapa kuselalu ingin melihatnya............sekali lagi, hanya melihat dan mungkin sedikit menyapa .


Pagi ini seperti biasa kukembali menunggunya melalui jalanan ini, tapi entah mengapa pagi ini ingiiiin sekali kuberanikan diri tuk sekedar menyapanya. Detik, menit bahkan jam terus berlalu, tapi tiada kunjung lewat juga ia, kutengok hingga ujung jalan belum nampak juga.....Apakah telah terjadi sesuatu pada dirinya ? Ataukah dia memilih lewat jalan yang lain ? Tapi kurasa tak mungkin dia memutar terlampau jauh, karena kutahu bahwa secara fisik dia agak lemah. Setelah melewati satu bahkan dua jam mungkin, akhirnya nampak juga dia di ujung jalan. Oh, berdebar rasa dada ini, apa ini yang dinamakan cinta ? Tapi kutak berani memastikannya apalagi tuk berharap terlampau jauh.

segera kupersiapkan diriku, kuatur kembali rambutku, kubasuh bibirku......kucoba menyusun kataku.....oh, tapi serasa kelu aja lidah ini. Tapi kalo tidak hari ini, kapan lagi ? pikirku dalam hati. Maka, kucoba membulatkan tekadku dan kuberanikan diri ini, dan.......SATU.......DUA.......TIGA !!!
Segera kuberdiri menghalang langkahnya,
"AAAARRGGHH !!!" Teriaknya begitu melihatku, padahal belum sempat kubuka mulut ini, bukan hanya itu bahkan dia lari terbirit-birit ketakutan hingga sandalnya terlempar dan sialnya mendarat tepat mengenai wajahku.
"Ooooooh........Tuhan," rintihku sedih mengenang nasib ini.
"Mengapa harus seperti ini takdirku, " menitik air mataku perlahan di pipi ini.
"Tuhan......mungkinkah aku hanya bisa menjadi PEMUJA RAHASIA.?"
"Tak bolehkah aku mencinta atau memilikinya ?"
"Apakah tak boleh bila aku mencinta yang lain species denganku ?"
"Apakah...tak boleh, bila.....seekor tikus tampan ini mencintai seorang wanita yang cantik jelita ?"

Rupanya memang harus begini nasibku, menjadi PEMUJA RAHASIA tuk selamanya.


------------------oo ( O ) oo---------------------

0 komentar: