BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 25 Oktober 2009

RAKYAT A SATU-SATU (part one)


Kadang aku tak mengerti apa makna dan tujuan dari sekolah, karena menurutku itu hanyalah semacam cara untuk membuang waktu selain daripada melamun dirumah. Suatu rutinitas yang dari hari kehari hanyalah datang menunggu bel berbunyi-masuk kelas-menari didepan kelas sambil menunggu para guru datang-mengobrol dengan teman sekitar sementara guru didepan mencoba menjelaskan sesuatu yang mungkin hanya sebagian kecil penghuni kelas saja yang memahami-kemudian hingga saat bel pulang sekolah.

Seperti itulah rutinitas yang kujalani saat menjadi rakyat A satu-satu, hingga akhirnya kami mencapai titik jenuh. Maka dicobalah suatu petualangan, kalau sekarang mungkin semacam belajar luar sekolah tapi saat itu kami lakukan semula hanya beberapa orang saja. Kemudian berkembang menjadi semua kaum adam Kerajaan A satu-satu, hingga suatu ketika membuat guru pengajar kelabakan karena bingung, kenapa Kerajaan A satu-satu hanya tinggal para ibu ? Esoknya ketika sang Raja beserta para hulubalang Kerajaan A satu-satu dipanggil menghadap,

"Apa yang kalian lakukan...??" Tanya Sang penguasa dengan suara yang menggelegar.
"Maaf, bapak.......??" Sang raja berlagak bingung. Sambil melihat kearah para hulubalangnya.
"Kenapa kalian para lelaki meninggalkan kerajaan tanpa ijin..?"
"Maksud bapak..???" Sang raja semakin bingung beneran.
Sementara itu para hulubalang tetap diam menunggu waktu untuk dipersilahkan bicara.

"Kamu sebagai penguasa di kerajaan A satu-satu, " Tersengal sang penguasa menahan emosi.
"Mana tanggung jawabmu....? Apa yang terjadi dengan A satu-sayu kemarin, Ha ??" Hardik sang penguasa.
"Maaf bapak, saya kemarin sakit sehingga tidak dapat hadir." Jawab sang raja.
"Lalu siapa yang menggantikanmu ?" "Dan mana surat ijinmu ?" Bentak sang penguasa.
"ini suratnya, dan yang menggantikan hulubalang 1 bapak."
Ditatapnya sang hulubalang 1 oleh penguasa dengan menampakkan kegalakannya.

Sementara yang ditatap hanya tersenyum-senyum sambil mencoba menyodorkan secarik foto.

"Apa ini...??" Hardik sang penguasa.
"Foto pak......" jawab sang hulubalang santai.
"Iya saya tahu ini foto, tapi maksudnya apa ?"
"Ini pak, " jawab sang hulubalang terbata dan tersenyum serta tersengal (bingung khan?)
"Kemarin kita melakukan kegiatan belajar luar sekolah..." jawab sang hulubalang sambil tersenyum malu-maluin.
"Kemarin kita ke Kebun Raya....he..he..he.."
"Waaah disana enak pak udaranya sejuk, pemandangannya indah romantis lagi..sayang sekali kemarin bapak tidak ikut, seharusnya seluruh rakyat disertakan........bla...bla......." Sang hulubalang terus nyerocos....berpanjang lebar, sementara sang penguasa hanya bisa melongo menahan amarah.


0 komentar: